Paskah

Posted On March 25, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped one response

Sebagai orang Kristen, kita merayakan Paskah setiap tahunnya untuk memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus. Tetapi, sebagian orang mungkin tidak mengerti makna Paskah yang sebenarnya. Dan ternyata, Paskah juga telah dirayakan sejak zaman pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.

Untuk mengetahui makna Paskah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kita perlu membaca nats Alkitab berikut terlebih dahulu:

Keluaran 12:16-28

16 Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apa pun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan. 17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya. 18 Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai pada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang. 19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli. 20 Sesuatu apa pun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah roti yang tidak beragi di segala tempat kediamanmu.”

21 Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: “Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah. 22 Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorang pun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi. 23 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati tiang pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.

24 Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu. 25 Dan apabila kamu tiba di negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, maka kamu harus pelihara ibadah ini. 26 Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah artinya ibadah ini? 27 maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.” Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah. 28 Pergilah orang Israel, lalu berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.

Markus 14:22-25

22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” 23 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. 24 Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. 25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah.”

Kedua nats Alkitab di atas menceritakan tentang ibadah Paskah yang dilakukan pada masa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dengan itu, kita dapat menyimpulkan makna Paskah dan tata ibadah Paskah serta perbedaannya pada masa Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Perjanjian Lama

Perayaan Paskah pada Perjanjian Lama pertama kali dirayakan ketika TUHAN akan memberikan tulah kesepuluh-Nya bagi orang Mesir untuk membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir. Makna ibadah tersebut  pada zaman itu sendiri adalah untuk mempersembahkan korban Paskah bagi TUHAN yang menulahi orang Mesir tapi menyelamatkan orang Israel.

Korban yang dipersembahkan untuk TUHAN adalah kambing domba yang disembelih dan kemudian darahnya disapukan pada ambang pintu rumah-rumah orang Israel. Pada saat itu mereka juga tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun dan tidak boleh memakan makanan beragi.

Perjanjian Baru

Perayaan Paskah pada Perjanjian Baru dirayakan dengan dilakukannya Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus itu ditetapkan oleh Yesus sebelum Ia ditangkap dan kemudian disalibkan. Pada Perjamuan Kudus tersebut, Yesus mengambil roti dan anggur dan kemudian mengucap berkat lalu membagi-bagikannya kepada murid-murid-Nya. Makna roti adalah tubuh Yesus dan anggur adalah darah Yesus.

Korban yang dipersembahkan adalah Yesus sendiri oleh kematian-Nya di kayu salib. Darah-Nya merupakan darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk menebus dosa-dosa manusia. Oleh karena itu, sebagai orang Kristen kita perlu merayakan Paskah, karena kita perlu memperingati kematian Yesus demi menebus dosa-dosa manusia. Dan setelah merayakan Paskah, kita sebaiknya mengubah hidup kita menjadi lebih baik, mengingat pengorbanan-Nya demi menebus dosa-dosa kita.

One Response to “Paskah”

  1. offika

    Penjelasan yang kamu buat tentang arti Paskah berdasarkan kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sangat jelas dan dapat dimengerti, perbedaan dan persamaannya serta ayat Alkitab sangat jelas kamu paparkan dalam blog ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s