Laporan Hasil Pengamatan Pencangkokan Pada Pohon Mangga

Posted On February 24, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Latar Belakang

 

Pada saat ini, manusia telah melakukan berbagai upaya untuk mendapat produk berkualitas dalam waktu singkat dan tidak memakan biaya yang banyak. Bahkan dalam hal bercocok tanam, manusia telah menemukan berbagai cara untuk mendapat produk berkualitas dengan waktu singkat dan biaya yang kecil pula. Misalnya dengan melakukan cangkok tanaman.

Tidak semua tanaman dapat dicangkok, cangkok hanya berlaku pada tanaman  yang berkambium seperti pohon mangga. Pada pohon mangga, masih banyak orang yang beranggapan dengan hanya menanam biji mangga yang berasal dari pohon yang baik akan menghasilkan pohon mangga baru yang baik pula. Lagi pula, waktu yang dibutuhkan untuk menanam melalui biji tidaklah singkat. Tetapi sebaliknya, pada tanaman hasil cangkok, hasil yang didapat tentu akan sama dengan sumber pohonnya.

Berbagai aturan dan prosedur pun ada dalam melakukan pencangkokan, bukan hanya sekadar mencangkok di sembarang cabang, kita pun harus pandai dalam memilih cabang pohon yang akan dicangkok, begitu juga dengan bahan pembungkus dan jenis tanah yang digunakan dapat mempengaruhi hasil cangkok.

Nah, oleh karena itu, saya melakukan praktik pencangkokan ini pada pohon mangga dan akan membahas hasil penelitian saya pada hasil cangkokan saya melalui artikel ini yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara mencangkok yang benar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Edita Rosanna Tampubolon

17 Februari 2013

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Cara Mencangkok yang Benar

 

Sebelum melakukan pencangkokan, akan lebih baik jika kita mengetahui bagaimana cara mencangkok yang benar.

Berikut adalah bahan-bahan yang diperlukan:

–          Tanaman induk yang akan dicangkok

–          Pisau

–          Sabut kelapa atau plastik

–          Tali

–          Tanah

Karena cangkok dilakukan untuk mendapat hasil tanaman yang sama dengan tanaman induknya, maka biasanya tanaman induk yang dipilih adalah tanaman yang berkualitas unggul. Pastikan juga tanaman yang dipilih sudah pernah berbuah. Setelah memilih tanaman induk, kemudian pilihlah cabang yang sudah tua dan yang berukuran kecil dan juga lurus. Setelah memilih cabang, pencangkokan pun dapat dilakukan.

Cara mencangkok:

–          Buatlah dua keratan pada cabang. Keratan pertama berjarak sekitar 10 cm dari cabang, dan keratan kedua berjarak sekitar 5 cm dari keratan pertama.

–          Kupaslah kulit cabang di antara kedua keratana tersebut hingga bersih dari kambium yang berupa lendir menggunakan pisau.

–          Tutuplah hasil kupasan dengan tanah, kemudian tutup menggunakan sabut kelapa atau plastik dan ikat menggunakan tali.

–          Jika media untuk menutup tanah adalah plastik, buatlah lubang-lubang agar ketika disiram, air dapat menetes keluar.

–          Siramlah setiap pagi dan sore (jika tidak hujan).

Tunggulah sampai cangkokan siap dipisahkan dari induknya, biasanya sekitar 4-6 minggu. Cangkokan sudah siap untuk dipisahkan dari induknya apabila akar-akar sudah mulai banyak, biasanya akan menembus keluar dari media penutup (sabut kelapa atau plastik).

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Hasil Penelitian Pencangkokan Pohon Mangga

 

Pencangkokan ini saya lakukan pada pohon mangga di depan rumah saya, agar lebih mudah dalam mengamati dan merawatnya. Saya mulai mencangkok pada tanggal 16 Januari 2013. Dalam melakukan pencangkokannya, saya menemukan beberapa kendala, karena itu adalah pertama kalinya saya melakukan pencangkokan. Ketika mengupas cabang, saya agak kesulitan dalam menemukan kambiumnya. Setelah membersihkan cabang, saya juga mendapat kesulitan ketika akan menempelkan sabut kelapa (yang sudah dilapisi oleh tanah, tanah yang saya gunakan sudah bercampur pupuk), menghindari jatuhnya tanah dari sabut kelapa. Setelah itu, saya mengikatkan tali plastik.

Setelah selesai melakukan pencangkokan, saya mulai menyiraminya keesokan harinya, pagi dan sore dan setiap hari. Berhubung karena saat itu musim hujan, jadi untuk beberapa hari saya tidak menyiraminya karena hujan.

Selain menyiraminya, saya juga melakukan pengamatan terhadap cangkokan saya itu. Dari pengamatan saya, tidak ada perubahan yang jelas pada cangkokan saya. Menurut saya akar pada cangkokan saya tidak terlihat karena ditutup oleh sabut kelapa, yang warnanya hampir menyerupai akar. Selain itu, waktu pengamatan saya hingga penulisan laporan ini 1 bulan, sehingga mungkin akar yang tumbuh baru sedikit dan belum dapat menembus sabut kelapa.

Saya juga masih belum dapat menyimpulkan apakah cangkokan saya ini akan berhasil atau tidak, karena dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan agar mendapat hasil dari cangkok.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Gambar Hasil Pengamatan

 

Setelah 2 minggu :

This slideshow requires JavaScript.

 

Setelah 4 minggu :

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s