Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Posted On February 1, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped one response

Proses Terbentuknya BPUPKI

Pada bulan September 1944, kedudukan Jepang di Asia mulai terancam. Sebagian dari daerah jajahannya direbut kembali oleh Sekutu.

Pada tanggal 7 September 1944, Perdana Mentri Jepang, Koiso memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia untuk menarik simpati rakyat Indonesia dan mau membantu Jepang dalam melawan Sekutu.

Pada tanggal 1 Maret, Panglima Tentara Jepang, Kumakichi Harada, mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai untuk mewujudkan janji kemerdekaan tersebut.

BPUPKI kemudian dibentuk pada tanggal 29 April 1945 yang pada awalnya beranggotakan 60 orang dan kemudian bertambah 6 orang .

Struktur Keanggotaan BPUPKI:

–      Ketua                    : K.R.T. Rajiman Wedyodiningrat

–      Wakil                    : Icibangase

R.P. Suroso

–      Sekretaris           : A.G. Pringgodigdo

Anggota BPUPKI dilantik dan diresmikan pada tanggal 28 Mei 1945.

Sidang Pertama BPUPKI

Sidang Pertama BPUPKI dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 dan berakhir pada tanggal 1 Juni 1945.

Pada tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muhammad Yamin tampil untuk mengajukan usulannya atas lima asas sebagai dasar negara Indonesia:

–      Peri Kebangsaan

–      Peri Kemanusiaan

–      Peri Ketuhanan

–      Peri Kerakyatan

–      Kesejahteraan Rakyat

Pada tanggal 31 mei 1945, Mr. Supomo juga tampil dan mengajukan usulannya atas lima asas sebagai dasar negara Indonesia:

–      Persatuan

–      Kekeluargaan

–      Keseimbangan Lahir dan Batin

–      Musyawarah

–      Keadilan Rakyat

Dan kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Sukarno tampil dan menyampaikan usulannya mengenai dasar negara Indonesia merdeka :

–      Kebangsaan Indonesia

–      Internasionalisme atau perikemanusiaan

–      Mufakat atau demokrasi

–      Kesejahteraan sosial

–      Ketuhanan Yang Maha Esa

Lima asas itu kemudian dikenal dengan istilah Pancasila.

Setelah itu BPUPKI memasuki masa reses (istirahat), pada saat itu, Panitia Kecil untuk merumuskan usul-usul dan pandangan dari sidang pertama. Panitia kecil itu beranggotakan 9 orang dan dikenal dengan sebutan Panitia Sembilan.

Struktur keanggotaan Panitia Sembilan:

–      Ketua                    : Ir. Sukarno

–      Anggota               : Drs. Moh. Hatta

Mr. Muhammad Yamin

Mr. Ahmad Subarjo

Mr. A.A. Maramis

Abikusno Cokrosuyoso

Abdul Kahar Muzakir

Wachid Hasyim

H. Agus Salim

Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan berhasil merumuskan asas dan tujuan dibentuknya negara Indonesia merdeka dan rancangan Pembukaan Undang-Undang.

Rumusuan ini dikenal dengan nama Piagam Jakarta atau Jakarta Charter.

Sidang Kedua BPUPKI

Sidang kedua BPUPKI dimulai pada tanggal 10 Juli 1945 dan berakhir pada tanggal 17 Juli 1945. Sidang kedua membahas rumusan draf dasar negara hasil rumusan panitia Sembilan dan kemudian membahas rancangan undang-undang dasar beserta pembukaannya.

Untuk membahas rancangan undang-undang dasar beserta pembukaannya, maka dibentuklah Panitia Perancang Undang-Undang Dasar:

–  Ketua                                    : Ir. Sukarno

–  Jumlah Anggota              : 18 orang

Pada tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang Undang-Undang Dasar telah menyetujui Piagam Jakarta sebagai Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Panitia Perancang Undang-Undang Dasar membentuk panitia kecil yang beranggotakan 6 orang dengan ketuanya Mr. Supomo yang disebut Panitia Kecil Perancang Undang-Undang.

Panitia Kecil Perancang Undang-Undang kemudian menghasilkan rumusan hukum dasar atau Undang-Undang Dasar. Hasil rumusan tersebut diserahkan kepada Panitia Penghalus Bahasa yang beranggotakan:

–  Husein Jayadiningrat

–  Haji Agus Salim

–  Mr. Supomo

Dalam sidang kedua ini, telah dihasilkan rumusan undang-undang dasar beserta pembukaannya. Pada tanggal 17 Juli sidang kedua BPUPKI ditutup.

Proses Terbentuknya PPKI

Keadaan Jepang semakin terdesak setelah Kota Hiroshima dan Kota Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat pada tanggal  6 dan 9 Agustus.

Hal mengenai pemberian kemerdekaan semakin diperhatikan, sehingga BPUPKI dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945 dan membentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Inkai.

Tugas utama PPKI adalah mempersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Struktur keanggotaan PPKI:

–  Ketua                    : Ir. Sukarno

–  Wakil Ketua        : Moh. Hatta

–  Anggota               : 27 orang

Pada awalnya PPKI beranggotakan 21 orang, atas usulan Ir. Sukarno, ditambah 6 orang, yaitu:

–  Ahmad Subarjo

–  Sayuti Melik

–  Ki Hajar Dewantara

–  Iwa Kusumantri

–  R.A.A. Wiranatakusumah

–  Mr. Kasman Singodimejo

Pada tanggal 9 Agustus, 3 tokoh PPKI, yaitu Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta dan Rajiman Wedyodiningrat berangkat ke Dalat (Vietnam Selatan) dan sampai pada tanggal 12 Agustus untuk pelantikan anggota PPKI

Jenderal Terauchi menyerahkan pelaksanaan kemerdekaan Indonesia kepada PPKI ketika pertemuannya di Dalat dengan ketiga tokoh PPKI tersebut. Dengan demikian, pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia telah diserahkan kepada Indonesia oleh Jepang melalui PPKI,

Sidang Pertama PPKI

Sidang pertama PPKI dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945.

Berikut adalah hasil sidang pertama PPKI:

–  Mengesahkan UUD 1945

–  Memilih Ir. Sukarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden yang pertama

–  Menetapkan berdirinya KNIP sebagai badan musyawarah darurat

Sidang Kedua PPKI

Sidang kedua PPKI dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 1945.

Berikut adalah hasil sidang kedua PPKI:

–  Untuk sementara waktu, Negara Indonesia dibagi menjadi 8 propinsi:

–  Jawa Barat                                          –  Borneo

–  Jawa Tengah                                      –  Sulawesi

–  Jawa Timur                                        –  Maluku

–  Sumatera                                            –  Sunda Kecil

–  Pemerintah Indonesia dibagi menjadi 12 departemen kementrian

Sidang Ketiga PPKI

Sidang ketiga PPKI dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 1945.

Berikut adalah hasil sidang ketiga PPKI:

–  Pembentukan Komite Nasional

–  Pembentukan Partai Nasional Indonesia

–  Pembentukan Badan Keamanan Rakyat

Tokoh-Tokoh yang Terlibat

This slideshow requires JavaScript.

One Response to “Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia”

  1. jhonni

    Tugas yang kamu kerjakan hasilnya sangat bagus, karena isinya lengkap dan disertai gambar tokoh-tokohnya. Good Job

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s