Sistem Pencernaan Manusia

Posted On September 18, 2012

Filed under Biology

Comments Dropped one response

Pencernaan makanan merupakan proses mengubah makanan dari ukuran besar menjadi ukuran yang lebih kecil dan halus, serta memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-organ pencernaan. Enzim ini dihasilkan oleh organ-organ pencernaan dan jenisnya tergantung dari bahan makanan yang akan dicerna oleh tubuh. Zat makanan yang dicerna akan diserap oleh tubuh dalam bentuk yang lebih sederhana.

PENCERNAAN KIMIAWI DAN PENCERNAAN MEKANIK

  1. Pencernaan mekanik adalah proses pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk kecil atau halus. Proses ini dilakukan dengan menggunakan gigi di dalam mulut.
  2. Pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari zat yang kompleks mejadi zat-zat yang lebih sederhana dengan enzim, yang terjadi mulai dari mulut, lambung, dan usus.

ENZIM

Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.

Berikut adalah beberapa enzim yang membantu proses pengolahan makanan di dalam tubuh:

  1. Enzim Ptialin

Enzim ptialin berada di dalam rongga mulu, tepatnya di kelenjar ludah. Enzim ptialain dihasilkan oleh glandula parotis yang juga berada di sekitar kelenjar ludah. Enzim ptialin memiliki fungsi mengubah amilum atau zat tepun (karbohidrat) menjadi glukosa sebagai bahan dasar energi manusia. Enzim ptialin juga disebut sebagai Enzim Amilase.

  1. Enzim Pepsin

Enzim pepsin berada di dalam lambung (ventrikulus) manusia. Enzim pepsin memiliki fungsi merubah protein yang diserap tubuh menjadi pepton. Enzim pepsin bertugas untuk memecah protein kompleks agar menjadi molekul sederhana yang disebut pepton. Pepton kemudian dipecah lagi supaya bisa diangkut oleh darah.

  1. Enzim Renin

Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar penghasil enzim di dinding lambung. Enzim ini berfungsi untuk mengendapkan kasein. Kasein adalah protein yang terdapat dalam susu. Setelah kasein mengendap, air susu dapat dicerna oleh tubuh.

  1. Enzim Lipase

Enzim lipase dihasilkan oleh dinding lambung. Enzim ini dikeluarkan bersama dengan pesin dan renin. Enzim pencernaan manusia ini berfungsi dalam proses katabolisme, yaitu memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

  1. Enzim Tripsin

Enzim tripsin berfungsi untuk mengubah pepton menjadi asam amino. Enzim tipsin disereksi ke dalam duodenum. Di sana, ia bertugas untuk menghidrolisis peptide menjadi asam amino. Kerja enzim tripsin memungkinkan terserapnya protein oleh tubuh (usus).

  1. Enzim Sukrase

Enzim ini berperan dalam mengubah atau menguraikan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim sakrase dikeluarkan melalui getah usus halus manusia.

  1. Enzim Maltase

Memasuki usus halus, yang kondisinya sangat berbeda dengan lambung membuat sifat enzim yang berada di dalamnya juga tidak sama. Enzim maltase mempunyai kemampuan mengubah maltosa menjadi glukosa, sehingga lebih mudah direaksikan secara kimiawi oleh tubuh diserap sebagai sumber energi.

  1. Enzim Isomaltese

Selain maltase, ada pula enzim isomaltase, yang juga dhasilkan melalui getah usus. Enzim pencernaan manusia ini mempunyai kelebihan khusus, yaitu mengubah zat maltosa menjadi komaltosa yang susunannya lebih sederhana.

  1. Enzim Laktase

Enzim mengubah laktosa menjadi glukosa dan dalaktosa. Kedua zat yang dihasilkan tersebut, struktur kimianya lebih simpel dan lebih mudah diterima sebagai nutrisi tubuh manusia.

  1. Enzim Peptidase

Dikeluarkan bersama getah usus halus (intestinum), peptidase mampu menguraikan ikatan peptida ang cukup kokoh menjadi asam amino (protein).

  1. Enzim ribonuklease

Berperan dalam proses replikasi DNA. Enzim ribonuklease dapat menghidrolisis RNA. Enzim ribonukease juga dapat memisahkan ikatan fosfat yang saling menghubungkan nukleotida.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM PENCERNAAN

  1. Gastritis

Gastritis adalah radang pada lapisan mukosa (lendir) dinding lambung. Penyebabnya adalah antara lain makanan yang kotor dan kelebihan asam lambung. Penyakit ini dapat dihindari dengan makan makanan yang bersih dan sehat. Gastritis dapat diatasi dengan menghindari makanan yang merangsang lambung, misalnya minuman keras, rempah-rempah, dan obat-obat tertentu; makan makanan yang lunak; mengonsumsi vitamin. Gastritis yang parah harus dirawat di bawah pengawasan dokter.

  1. Diare

Diare dapat disebabkan oleh iritasi pada selaput lendir usus besar oleh bakteri, diet yang buruk, zat-zat beracun, rasa gelisah, dan dirangsang oeh makanan tertentu yang dikonsumsi. Penyakit ini dapat dicegah dengan makan makanan yang bersih serta membiasakan diri menjalankan pola makan dan hidup yang sehat. Diare dapat diatasi dengan obat antidiare, minum oralit, dan minum banyak air agar tidak mengalami dehidrasi.

  1. Disentri

Disentri disebabkan oleh Mycobacterium dysentriae atau Amoeba histolytica yang masuk bersama makanan atau minuman yang tercemar. Penyakit ini dapat dicegah dengan makan makanan yang bersih. Penderita disentri harus dirawat di bawah pengawasan dokter.

  1. Konstipasi (Sembelit)

Konstipasi ditandai oleh kesulitan buang air besar karena feses terlalu keras, akibat penyerapan air yang berlebihan di usus besar. Sembelit dapat terjadi karena kebiasaan menahan buang air besar karena kesibukan, kekurangan serat makanan, atau emosi (geliasah, cemas, takut, dan stres). Penyakit ini dapat dicegah dengan membiasakan buang air besar secara teratur dan mengonsumsi serat makanan.

  1. Apendiksitis

Apendiksitis adalah radang yang terjadi pada apendiks (umbai cacing). Penyakit ini harus ditangani dokter dan biasanya harus dioperasi.

  1. Keracunan Makanan

Pada umumnya keracunan makanan disebabkan oleh bakteri yang terdapat di dalam makanan. Bakteri tersebut mengeluarkan racun yang membahayakan tubuh. Gejala-gejala keracunan makanan, antara lain mual, muntah-muntah, diare, nyeri rongga dada dan perut, sakit kepala, serta demam. Bakteri yang mengeluarkan racun, misalnya Salmonella, Staphylococus, dan Clostridium botulinum. Keracunan makanan ini dapat dicegah dengan tidak membiasakan makan makanan mentah dan makan makanan kedaluarsa; mencuci bersih buah-buahan dan sayur-sayuran yang dimakan mentah; menggunakan peralatan makan dan memasak yang bersih; memasak bahan makanan dengan sempurna; dan menutup makanan agar terhindar dari lalat dan debu yang mengandung kuman penyakit.

  1. Kanker Lambung

Kanker lambung disebabkan oleh bakteri Helicobacter Pylori. Gejala awal kelainan sistem pencernaan ini, misalnya merasa panas, kehilangan nafsu makan, sulit mencerna yang berlangsung terus-menerus, sedikit rasa mual, dan kadang-kadang timbul rasa nyeri pada lambung. Maag juga merupakan salah satu gejala kanker lambung. Apabila seseorang mengalami maag yang disertai perut kembung seperti kekenyangan, buang air besar hitam, turun berat badan, muka pucat, dan muntah darah, bisa dipastikan ia menderita kanker lambung.

  1. Hepatitis

Hepatitis atau radang hati adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa virus yang menginfeksi hati. Kelainan sistem pencernaan ini bisa menular melalui air atau makanan yang terkontaminasi oleh virus. Ada beberapa jenis virus hepatitis, diantaranya virus hepatitis A, B, C, D, E, dan G (jenis virus baru). Selain itu, hepatitis bisa disebabkan oleh virus rubella, mumps, herpes, epstaein barr, dan cytomegalovirus.

  1. Parotitis

Parotitis atau penyakit gondong terjadi akibat adanya virus yang menginfeksi kelenjar air ludah di bagian bawah telinga. Hal ini mengakibatkan kelenjar ludah menjadi bengkak atau membesar.

  1. Hemorrhoid

Hemorrhoid yang lebih akrab disebut wasir atau ambeien adalah pembengkakan pada pembuluh darah vena di sekitar anus. Hemorrhoid, umumnya, terjadi pada orang-orang yang terlalu lama duduk terus-menerus atau pada orang yang menderita sembelit. Kelainan sistem pencernaan ini juga sering terjadi pada wanita hamil dan orang-orang yang terlalu gemuk.

  1. Xerostomia

Xerostomia adalah suatu penyakit pada rongga mulut yang ditandai rendahnya produksi air ludah. Pada penderita xerostomia, kondisi mulut sangat kering dan makanan jadi tidak tercerna dengan baik. Xerostomia dapat diakibatkan adanya gangguan pada pusat ludah, syaraf pembawa rangsang ludah, ataupun oleh perubahan komposisi faali elektrolit ludah.

One Response to “Sistem Pencernaan Manusia”

  1. ain manalu

    bagus, tingkatkan lagi y nak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s