ESL : The Great Pyramids of Giza

Posted On April 2, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

This slideshow requires JavaScript.

The Pyramids of Giza are one of the seven wonders in the world. It’s amazing architecture are still a mystery for us on how do they built it. There have been many theories on this. They were built in such a way that they line up with certain stars and planets at certain times. It was built as a burial tombs of Egyptian Royalty.

It was built on the 2500 B.C. with the height of 481 feet. Some theories said that the great pyramids was built by 100 000 Egypt slaves within 20 years, though some believes that it was built by the aliens and another also believes that the pyramids were built itself by a giant ramp snaked around the pyramids.

There are also some theories on how do the Egyptian slaves built them.

Some believes that it was built with the help of kite which can carry the 2-tons of stones. Because it is impossible in the ancient times to have such technology that even us doesn’t have to built the Great Pyramids of Egypt.

Fisika : Jauhi Narkoba Sejak Dini

Posted On April 1, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

 

Narkoba yang merupakan salah satu obat yang sangat berguna dalam medis yang sering disalahgunakan oleh banyak orang. Narkoba yang berfungsi sebagai obat penenang seperti saat sebelum melakukan operasi dalam kedokteran digunakan untuk menenangkan diri dari masalah. Penggunakan narkoba tidak dapat menyelesaikan masalah, bahkan dapat menimbulkan masalah baru, yaitu menjadi kecanduan dan membutuhkan banyak biaya serta masalah kesehatan yang dapat timbul akibat mengonsumsi narkoba berlebihan. Oleh karena itu, sebaiknya didikan untuk menjauhi narkoba diajarkan sejak dini agar kelak dapat lebih memahami bahaya penggunaa narkoba dan memilih untuk menjauhinya.IMG_6891

PE : Basketball

Posted On April 1, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Our recent topic for our PE class was about Basketball. For one or two meetings, we did some exercises and for the other three weeks we evaluate ourselves on our shooting skills. I don’t really do well in this activity, but I enjoyed it. Here is my evaluation table:

PE

Slope Wheel

Posted On March 29, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped one response

Last time, we made a Slope Wheel in our Math class, as a project in order to help us on learning about Simultaneous Linear Equations and Graphs of Linear Equations in Two Unknowns. By the help of this Slope Wheel, we can plot lines and create lines in our Slope Wheel easily and faster, while the teacher gives us a Linear Equation.

“Slope Wheel” Instructions

Measure a 30 cm x 30 cm square on cardboard and cut out.

Cut Graph Paper to the dimensions 20 cm x 20 cm (width as close to 20 cm as can be, okay if not exact).

Glue Graph Paper to exact middle of cardboard square.

Use Black Pen or Marker to make x and y axis in middle of Graph Paper and then label the y axis at the top and the x    axis on the right side of the graph paper.

From the origin, mark 1 cm increments on both axes, numbering them as you go ( . . . -3, -2, -1 OR 1, 2, 3 . . . ) until finish.

Use Compass with pencil to draw a semicircle on top half of graph from -10 (x axis) to 10 (y axis) to 10 (x axis).

Use Compass with pencil to draw a semicircle on bottom half of graph from -7 (x axis) to -7 (y axis) to 7 (x axis).

CAREFULLY use Box Cutter to cut along both semicircles and to cut a straight line from 10 to -10 down the y axis. (Do not cut the x axis.)

Use a Big Paperclip to run back and forth from the corners of your cardboard square.

Use Straight Edge (ruler) and Box Cutter to score (only cut through top layer) the cardboard 2 cm in from edge.

Fold each side of cardboard along the score and use Black Tape to tape corners together. Also put one strip of Black Tape along the score from corner to corner.

Use Scissors to cut Transparent Straw into 3 – 2 cm pieces and then 3 equal remaining pieces.

Cut 3 – 15 cm (approximately) pieces of Thin String. Run one of the pieces of This String through one of the 2 cm Transparent Straw pieces so that the piece is in the middle of the string. Tie a knot in the string tight around the outside of the Transparent Straw. Take a 2 cm piece of Celo Tape and fold in half over the two This String strands directly next to the knot you just tied. Repeat with other two Thin Strings and other two 2 cm Transparent Straw pieces.

From the top of the board, push the lose Thin String ends through the slits (1 – top half semicircle, 1 – y axis, and 1 – bottom half semicircle)

and pull tight. Turn box over, on the back side tie the lose String ends tight to the remaining Transparent Straw pieces. (You may have to trim back the Celo Tape a little, but don’t cut the String)

Turn the box back over, slide the Transparent Straw pieces back and forth along the slits to make sure they work properly. Adjust as necessary to make them work smoothly.

Insert the Sate Stick into the Transparent Straw pieces to form a line on the Graph.

With the Black Pen or Marker, write “Slope Wheel” at the top of your board and then write your name at the bottom right side of your board

 

DSC00117

Pythagorean Theorem

Posted On March 25, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Pythagorean Theorem was found by Pythagoras. He found out that squares on each side of a right-angled triangle, the biggest square have an exact area as the other two squares.

From what he had found, his conclusion was:

pythagorean theorem

Paskah

Posted On March 25, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped one response

Sebagai orang Kristen, kita merayakan Paskah setiap tahunnya untuk memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus. Tetapi, sebagian orang mungkin tidak mengerti makna Paskah yang sebenarnya. Dan ternyata, Paskah juga telah dirayakan sejak zaman pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.

Untuk mengetahui makna Paskah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kita perlu membaca nats Alkitab berikut terlebih dahulu:

Keluaran 12:16-28

16 Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apa pun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan. 17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya. 18 Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai pada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang. 19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli. 20 Sesuatu apa pun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah roti yang tidak beragi di segala tempat kediamanmu.”

21 Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: “Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah. 22 Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorang pun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi. 23 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati tiang pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.

24 Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu. 25 Dan apabila kamu tiba di negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, maka kamu harus pelihara ibadah ini. 26 Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah artinya ibadah ini? 27 maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.” Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah. 28 Pergilah orang Israel, lalu berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.

Markus 14:22-25

22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” 23 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. 24 Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. 25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah.”

Kedua nats Alkitab di atas menceritakan tentang ibadah Paskah yang dilakukan pada masa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dengan itu, kita dapat menyimpulkan makna Paskah dan tata ibadah Paskah serta perbedaannya pada masa Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Perjanjian Lama

Perayaan Paskah pada Perjanjian Lama pertama kali dirayakan ketika TUHAN akan memberikan tulah kesepuluh-Nya bagi orang Mesir untuk membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir. Makna ibadah tersebut  pada zaman itu sendiri adalah untuk mempersembahkan korban Paskah bagi TUHAN yang menulahi orang Mesir tapi menyelamatkan orang Israel.

Korban yang dipersembahkan untuk TUHAN adalah kambing domba yang disembelih dan kemudian darahnya disapukan pada ambang pintu rumah-rumah orang Israel. Pada saat itu mereka juga tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun dan tidak boleh memakan makanan beragi.

Perjanjian Baru

Perayaan Paskah pada Perjanjian Baru dirayakan dengan dilakukannya Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus itu ditetapkan oleh Yesus sebelum Ia ditangkap dan kemudian disalibkan. Pada Perjamuan Kudus tersebut, Yesus mengambil roti dan anggur dan kemudian mengucap berkat lalu membagi-bagikannya kepada murid-murid-Nya. Makna roti adalah tubuh Yesus dan anggur adalah darah Yesus.

Korban yang dipersembahkan adalah Yesus sendiri oleh kematian-Nya di kayu salib. Darah-Nya merupakan darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk menebus dosa-dosa manusia. Oleh karena itu, sebagai orang Kristen kita perlu merayakan Paskah, karena kita perlu memperingati kematian Yesus demi menebus dosa-dosa manusia. Dan setelah merayakan Paskah, kita sebaiknya mengubah hidup kita menjadi lebih baik, mengingat pengorbanan-Nya demi menebus dosa-dosa kita.

Limas

Posted On March 5, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped one response

Limas

Limas adalah bangun ruang yang dibatasi sebuah bangun datar sebagai alas dan bidang sisi-sisi tegak berupa segitiga yang bertemu pada satu titik yang disebut titik puncak limas.

Ciri-ciri Limas adalah sebagai berikut:

–         Memiliki titik puncak

–         Memiliki sisi-sisi selimut berupa segitiga

–         Banyak sisi-sisi selimut = n (untuk limas segi-n)

–         Banyak diagonal bidang alas = n(n – 3)/2

–         Tidak memiliki bidang diagonal

–         Tidak memiliki diagonal ruang

–         Banyak titik sudut = (n + 1)

–         Banyak rusuk = 2n

–         Banyak sisi = (n + 1)

–         Penamaan Berdasarkan bentuk alas (mis: Limas Segitiga, Limas Segienam)

 

Luas Permukaan = Luas alas + Sisi – sisi tegaknya

Volume = 1/3 Luas alas x Tinggi

Laporan Hasil Pengamatan Pencangkokan Pada Pohon Mangga

Posted On February 24, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Latar Belakang

 

Pada saat ini, manusia telah melakukan berbagai upaya untuk mendapat produk berkualitas dalam waktu singkat dan tidak memakan biaya yang banyak. Bahkan dalam hal bercocok tanam, manusia telah menemukan berbagai cara untuk mendapat produk berkualitas dengan waktu singkat dan biaya yang kecil pula. Misalnya dengan melakukan cangkok tanaman.

Tidak semua tanaman dapat dicangkok, cangkok hanya berlaku pada tanaman  yang berkambium seperti pohon mangga. Pada pohon mangga, masih banyak orang yang beranggapan dengan hanya menanam biji mangga yang berasal dari pohon yang baik akan menghasilkan pohon mangga baru yang baik pula. Lagi pula, waktu yang dibutuhkan untuk menanam melalui biji tidaklah singkat. Tetapi sebaliknya, pada tanaman hasil cangkok, hasil yang didapat tentu akan sama dengan sumber pohonnya.

Berbagai aturan dan prosedur pun ada dalam melakukan pencangkokan, bukan hanya sekadar mencangkok di sembarang cabang, kita pun harus pandai dalam memilih cabang pohon yang akan dicangkok, begitu juga dengan bahan pembungkus dan jenis tanah yang digunakan dapat mempengaruhi hasil cangkok.

Nah, oleh karena itu, saya melakukan praktik pencangkokan ini pada pohon mangga dan akan membahas hasil penelitian saya pada hasil cangkokan saya melalui artikel ini yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara mencangkok yang benar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Edita Rosanna Tampubolon

17 Februari 2013

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Cara Mencangkok yang Benar

 

Sebelum melakukan pencangkokan, akan lebih baik jika kita mengetahui bagaimana cara mencangkok yang benar.

Berikut adalah bahan-bahan yang diperlukan:

–          Tanaman induk yang akan dicangkok

–          Pisau

–          Sabut kelapa atau plastik

–          Tali

–          Tanah

Karena cangkok dilakukan untuk mendapat hasil tanaman yang sama dengan tanaman induknya, maka biasanya tanaman induk yang dipilih adalah tanaman yang berkualitas unggul. Pastikan juga tanaman yang dipilih sudah pernah berbuah. Setelah memilih tanaman induk, kemudian pilihlah cabang yang sudah tua dan yang berukuran kecil dan juga lurus. Setelah memilih cabang, pencangkokan pun dapat dilakukan.

Cara mencangkok:

–          Buatlah dua keratan pada cabang. Keratan pertama berjarak sekitar 10 cm dari cabang, dan keratan kedua berjarak sekitar 5 cm dari keratan pertama.

–          Kupaslah kulit cabang di antara kedua keratana tersebut hingga bersih dari kambium yang berupa lendir menggunakan pisau.

–          Tutuplah hasil kupasan dengan tanah, kemudian tutup menggunakan sabut kelapa atau plastik dan ikat menggunakan tali.

–          Jika media untuk menutup tanah adalah plastik, buatlah lubang-lubang agar ketika disiram, air dapat menetes keluar.

–          Siramlah setiap pagi dan sore (jika tidak hujan).

Tunggulah sampai cangkokan siap dipisahkan dari induknya, biasanya sekitar 4-6 minggu. Cangkokan sudah siap untuk dipisahkan dari induknya apabila akar-akar sudah mulai banyak, biasanya akan menembus keluar dari media penutup (sabut kelapa atau plastik).

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Hasil Penelitian Pencangkokan Pohon Mangga

 

Pencangkokan ini saya lakukan pada pohon mangga di depan rumah saya, agar lebih mudah dalam mengamati dan merawatnya. Saya mulai mencangkok pada tanggal 16 Januari 2013. Dalam melakukan pencangkokannya, saya menemukan beberapa kendala, karena itu adalah pertama kalinya saya melakukan pencangkokan. Ketika mengupas cabang, saya agak kesulitan dalam menemukan kambiumnya. Setelah membersihkan cabang, saya juga mendapat kesulitan ketika akan menempelkan sabut kelapa (yang sudah dilapisi oleh tanah, tanah yang saya gunakan sudah bercampur pupuk), menghindari jatuhnya tanah dari sabut kelapa. Setelah itu, saya mengikatkan tali plastik.

Setelah selesai melakukan pencangkokan, saya mulai menyiraminya keesokan harinya, pagi dan sore dan setiap hari. Berhubung karena saat itu musim hujan, jadi untuk beberapa hari saya tidak menyiraminya karena hujan.

Selain menyiraminya, saya juga melakukan pengamatan terhadap cangkokan saya itu. Dari pengamatan saya, tidak ada perubahan yang jelas pada cangkokan saya. Menurut saya akar pada cangkokan saya tidak terlihat karena ditutup oleh sabut kelapa, yang warnanya hampir menyerupai akar. Selain itu, waktu pengamatan saya hingga penulisan laporan ini 1 bulan, sehingga mungkin akar yang tumbuh baru sedikit dan belum dapat menembus sabut kelapa.

Saya juga masih belum dapat menyimpulkan apakah cangkokan saya ini akan berhasil atau tidak, karena dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan agar mendapat hasil dari cangkok.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Gambar Hasil Pengamatan

 

Setelah 2 minggu :

This slideshow requires JavaScript.

 

Setelah 4 minggu :

This slideshow requires JavaScript.

Motif dan Ukiran Melayu

Posted On February 19, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Corak Motif Lebah Bergayut untuk Ukir Tekat Tenun Songket

ditempatkan pada bagian atas bidang ukir/tekat/tenun/songket. Motif Lebah Bergayut mencerminkan tentang rumah lebah madu yang biasanya menggantung di dahan pohon. Hal ini mengingat bumi Melayu Riau dahulunya sangat kaya akan pepohonan besar yang sebagian dijadikan tempat menggantungkan rumah lebah.

motif-ukir-tekat-songket-lebah-bergayut-hitam

 

 

 

 

 

Corak Motif Itik Sekawan (Itik Pulang Petang) untuk Ukir Tekat Tenun Songket

menggambarkan tingkah laku hewan Itik yang selalu berjalan beriringan ketika petang hari akan pulang ke kandang. Tingkah laku berjalan beriringan serasi, bersahabat, kompak, bersama-sama, menjadi contoh bagi manusia akan arti kehidupan. Hal ini pun lalu digambarkan dan menjadi suatu corak motif untuk tenun, tekat, ukir dan songket dengan nama Motif Itik Pulang Petang atau Motif Itik Sekawan.

Corak-motif-Itik-sekawan-pulang-petang-ukir-tenun-tekat-songket-2

 

Corak Motif Kaluk Pakis (kaluk paku) untuk Ukir Tekat Tenun Songket

merupakan gambaran pohon/tetumbuhan pakis/paku yang berkeluk-keluk atau meliuk-liuk, tak hanya diperuntukkan bagi kerajinan tekat maupun tenunan dan sejenisnya. Motif Kaluk Pakis/Paku lazim pula dipakai untuk ukiran bangunan dan ukiran benda-benda lainnya. Semua corak motif melayu disepadukan dengan cermat sehingga kelihatan serasi dan saling mengisi.

motif-ukir-tekat-songket-kaluk-pakis-2

 

Motif pucuk rebung

melambangkan harapan baik sebab bambu merupakan pohon yang tidak mudah rebah oleh tiupan angin kencang sekalipun. Motif pucuk rebung selalu ada dalam setiap kain songket sebagai kepala kain atau tumpal kain tersebut. Penggunaan motif pucuk rebung pada kain songket dimaksudkan agar si pemakai selalu mempunyai keberuntungan dan harapan baik dalam setiap langkah hidup.

pucuk-rebung-sirih-tunggal

 

Selembayung

Selembayung adalah hiasan yang terletak bersilang pada kedua ujung perabung bangunan belah bubung dan rumah lontik. Pada bagian bawah adakalanya diberi pula hiasan tambahan seperti tombak terhunus, menyambung kedua ujung perabung (tombak-tombak) Selembayung memiliki beberapa makna, antara lain :
1. Tajuk Rumah : selembayung membangitkan seri dan cahaya rumah.
2. Pekasih Rumah : lambang keserasian dalam kehidupan rumah tangga.
3. Pasak Atap : lambang sikap hidup yang tahu diri.
4. Tangga Dewa : lambang tempat turun para dewa yang membawa keselamatan manusia
5. Rumah Beradat : tanda bahwa bangunan itu adalah tempat kediaman orang berbangsa balai atau kediaman orang patut-patut.
6. Tuah Rumah : lambang bahwa bangunan itu mendatangkan tuah kepada pemiliknya.
7. Lambang Keperkasaan dan Wibawa : selembayung yang dilengkapi dengan tombak-tombak melambangkan keturunan dalam rumah tangga, sekaligus sebagai lambang keperkasaan dan wibawa pemliknya.
8. Lambang Kasih Sayang : motif ukiran selembayung (daun-daun dan bunga) melambangkan perwujudan, tahu adat dan tahu diri, berlanjutnya keturunan serta serasi dalam keluarga.

salembayung

 

Sayap Layang-layang atau Sayap Layangan

 

Hiasan ini terdapat pada keempat sudut cucuran atap. Bentuknya hampir sama dengan selembayung. Setiap bangunan yang berselmbayung haruslah memakai sayap layangan sebagai padanannya. Letak sayap layang-layang pada empat sudut cucuran atap merupakan lambang sari empat pintu hakiki, yaitu pintu rizki, pintu hati, pintu budi, dan pintu Illahi. Sayap layang-layang juga merupakan lambang kebebasan, yaitu kebebasan yang tahu batas dan tahu diri.

sayap layang layang

 

Singap/Bidai

Bagian ini biasanya dibuat bertingkat dan diberi hiasan yang sekaligus berfungsi sebagai ventilas. Pada bagian menjorok keluar  di beri lantai yang disebut teban layar atau lantai alang buang atau disebu juga  Undan- undan.

bidai

Masalah yang Timbul Akibat dari Pengangguran

Posted On February 17, 2013

Filed under Uncategorized

Comments Dropped one response

Tingkat pengangguran dari tahun ke tahun masih cukup tinggi. Akibat dari pengangguran itu sendiri pun sudah banyak terjadi di Indonesia. Berikut adalah masalah-masalah yang timbul akibat pengangguran:

–          Meningkatnya angka kemiskinan

Masalah pengangguran yang paling utama adalah meningkatnya angka kemiskinan. Orang yang menganggur tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika angka pengangguran semakin meningkat, tentu angka kemiskinan pun akan meningkat.

–          Berkembangnya Kejahatan

Karena orang yang menanggur tidak mendapatkan penghasilan, maka mereka akan menjadi miskin. Karena itu, seseorang dapat melakukan apasaja untuk mendapatkan kebutuhannya, seperti mencuri.

–          Bertambahnya Perumahan Kumuh

Karena tidak mendapat penghasilan, orang yang menganggur tidak dapat tinggal di tempat yang layak, tetapi setiap orang membutuhkan tempat untuk tinggal, sehingga mereka memutuskan untuk tinggal di rumah-rumah kumuh karena tidak memiliki pilihan lain.

–          Bertambahnya Anak-Anak Jalanan

Seorang anak yang lahir dari keluarga yang orantuanya tidak memiliki pekerjaan tidak akan mampu untuk mendapat kebutuhannya sepenuhnya sehingga anak-anak tersebut hanya akan menjadi anak jalanan yang mengemis ataupun berjualan di pinggir jalan demi mendapat uang.

–          Menurunnya Tingkat Pendidikan Pelajar

Selain menjadi anak jalanan, anak-anak juga tidak mampu mendapat pendidikan  yang tingga bahkan tidak mendapat pendidikan sama sekali yang tentunya dapat menurunkan tingkat pendidikan para pelajar.

Next Page »